KATA-KATAKU

sebuah tempayan air kata-kata tempatku berbagi kesegaran…

Dari Bantul Menuju Roma

without comments

LELAKI BERKULIT sawo matang itu tampak semringah saat memperagakan diri melukis di sebuah kain batik di rumah produksinya. Tangannya begitu cekatan mengayunkan canting di atas kain. Dialah Sugito—seniman batik lukis dari dusun Gunting, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta. Untuk menjangkau rumah produksinya pun tidak gampang. Selain letak yang bersembunyi di balik bukit, orang yang tidak pernah ke sana pun kudu banyak bertanya tentang alamatnya pada orang di jalan.

Tapi, di balik kesederhanaan itu, mungkin banyak orang tak mengira kalau batik-batik besutan Sugito sudah merambah Italia, Prancis, Yunani, dan Amerika Serikat. Batik lukis dengan corak kontemporernya pun sukses menjajaki Singapura, Malaysia, dan Inggris. Belakangan ini, dia juga sering disibukkan dengan pameran berskala nasional dan internasional. Untuk menemui dia pun tak gampang. Saya beberapa kali kudu mengulang janjian ketemu demi sepotong wawancara untuk dimuat di majalah milik pabrik kata-kata tempat saya bekerja. Janjian pertama gagal lantaran dia disibukkan dengan pameran di Shanghai. Saat diwawancara pun, seniman batik beraliran ekspresionis ini baru saja pulang dari pameran batik di Jakarta. Read the rest of this entry »

Popularity: 5% [?]

Written by admin

August 31st, 2010 at 2:32 pm

Posted in Citizen Journalism

Tagged with , , ,

Merindu Nazruddin

without comments

SORE TADI, aku menanti Nazruddin. Dia seorang musafir dari negeri yang tak pernah kukenali. Terakhir aku temui saat aku duduk di bangku sekolah dasar. Sekolah yang berada di bawah bayangan dua bukit yang dijejali oleh cemara-cemara dan pohon jati. Dua bukit yang sebenarnya adalah lahan yang dikhususkan untuk menanam orang mati. Sebelah kiri adalah kuburan untuk orang-orang keturunan Tionghoa. Sebelah kanan adalah kuburan untuk orang-orang pribumi. Sebelah kiri, tempat bertengger ayam hutan dan jalak. Sebelah kanan, tempat bersembunyi gagak-gagak hitam. Sebelah kiri dihiasi dengan batu granit berbau gaharu. Sebelah kanan berhias cungkup berbau kemenyan. Satu indah. Satu lagi angker. Read the rest of this entry »

Popularity: 6% [?]

Written by admin

August 29th, 2010 at 11:09 pm

Posted in Celotehan

Tagged with , , ,

Blogger dan Plagiat

with 3 comments

MUNGKIN, hari-hari ini menjadi hari-hari paling berat yang kudu dilakoni oleh blogger Eko Ramaditya Adikara. Nama blogger  ini kembali menjadi wacana seru di kalangan para netter dan pelaku media. Kali ini, bukan puja-puji yang dilontarkan padanya seperti waktu sebelumnya. Sebaliknya, caci maki dan kekecewaan. Maklum saja, blogger tunanetra dengan gelimang prestasi ini mengaku telah melakukan pembohongan publik.

Singkat cerita,  Rama yang selama ini mengaku sebagai komposer asli musik game Jepang telah berbohong. Ia tidak pernah membuat musik itu. Tapi, ia cuma menamai kembali (rename) file komposisi musik itu. Kebohongan Rama berhasil diendus dan dibongkar dalam diskusi online. Akhirnya, pada 10 Agustus 2010, Rama secara resmi dalam surat bermeterai mengakui kesalahan itu di situs Kotak Game—sebuah portal game Indonesia. (bdk. “Skandal Blogger Ramaditya Adikara” karya Syaifuddin Sayuti, blogger Kompasiana). Read the rest of this entry »

Popularity: 17% [?]

Written by admin

August 21st, 2010 at 7:28 pm

Setahun Berkicau di Twitter

with one comment

TIDAK TERASA saya sudah atau baru setahun terlibat dalam dunia kicauan Twitter. Pada 17 Juli 2010, tepat setahun saya buka akun di situs mikroblogging ini. Perjalanan berkicau pun  baru menemukan makna belakangan ini.

Di awal berjejaring sosial di Twitter, saya tidak terlalu bergairah. Minimal tak segairah setahun silam saat saya sedang gandrung dengan Facebook. Saya menilai model komunikasi di Twitter adalah komunikasi yang patah-patah.

Analoginya seperti orang yang terjerembab dalam kerumunan di alun-alun. Orang dengan bebas berceloteh dalam aneka topik. Saya bebas mendengar kicauan di kanan kiri saya. Tanpa saya kudu mengenal orang itu. Bahkan, lebih ekstrem lagi, saya mencuri dengar ocehan orang yang belum pernah saya jumpai sama sekali. Saya bebas mencuri dengar ocehan orang tanpa kudu permisi dengan orang itu. Demikian juga sebaliknya. Read the rest of this entry »

Popularity: 17% [?]

Written by admin

August 20th, 2010 at 4:25 pm

Pesta Blogger Rayakan Keragaman

with 2 comments

PESTA BLOGGER  kembali digelar. Puncak acara akan digelar pada 30 Oktober 2010 nanti. Rabu ini, 18 Agustus 2010, saya hadir dalam jumpa pers Pesta Blogger + 2010 (PB+2010) di Resto Es Teler 77, Jl. Adityawarman, Jakarta Selatan. Kali ini, tampil paras anyar si mbak ketua panitia PB+2010, Irayani Queency Putri yang akrab disapa Rara. Dari kedutaan Amerika Serikat, hadir juga paras baru, Ted Osius—Deputi Dubes AS untuk Indonesia.

Rara dalam sapaan pembukanya mengatakan pertumbuhan media sosial di Indonesia boleh dibilang cukup pesat. Tidak sebatas blog, tapi juga jejaring sosial, seperti Twitter dan Facebook. Jumlah narablog Indonesia saat ini hampir mencapai angka dua juta orang. Pemilik akun Facebook saja sudah mencapai 25 juta orang—tercatat sampai Juli 2010. Sementara, jumlah pekicau di Twitland asal Indonesia menduduki peringkat ke-6 di dunia—sebesar 2,42 persen dari total pekicau sedunia. Read the rest of this entry »

Popularity: 20% [?]

Written by admin

August 18th, 2010 at 4:26 pm

Menulis Lagi

without comments

KEINGINAN  menulis kembali membuncah. Bukan sekadar menulis serius. Tapi, menulis kisah remeh temeh. Sungguh, aku merindukannya.  Kemarin, aku  membolak-balik halaman digital blog lawas, Musafir Muda. Keinginan menulis seperti di blog lawas ini pun menguat. Aku juga lebih senang dengan template blognya: simpel, minimalis, artistik—begitu  kata salah seorang narablog dalam komentarnya.

Sebab itu, aku berburu lagi desain rumah buat kata-kata ini. Googling template wordpress dilakukan bak memilih produk-produk di toko swalayan. Tentu cari yang gratisan. Targetnya adalah rumah sederhana, bersih, bening, rapi, dan artistik. Akhirnya, kutemukan rumah Mediteranian ini. Simpel. Meski kudu dipermak dan didandani sana-sini agar lebih artistik. Aku pun suka. Terimakasih buat Rumah Web—penyedia jasa hosting—yang telah menambah kapasitas rumah ini agar memuat lebih banyak kata-kata. Read the rest of this entry »

Popularity: 15% [?]

Written by admin

August 17th, 2010 at 7:55 pm

Posted in On Writing