LELAKI BERKULIT sawo matang itu tampak semringah saat memperagakan diri melukis di sebuah kain batik di rumah produksinya. Tangannya begitu cekatan mengayunkan canting di atas kain. Dialah Sugito—seniman batik lukis dari dusun Gunting, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta. Untuk menjangkau rumah produksinya pun tidak gampang. Selain letak yang bersembunyi di balik bukit, orang yang tidak pernah ke sana pun kudu banyak bertanya tentang alamatnya pada orang di jalan.
Tapi, di balik kesederhanaan itu, mungkin banyak orang tak mengira kalau batik-batik besutan Sugito sudah merambah Italia, Prancis, Yunani, dan Amerika Serikat. Batik lukis dengan corak kontemporernya pun sukses menjajaki Singapura, Malaysia, dan Inggris. Belakangan ini, dia juga sering disibukkan dengan pameran berskala nasional dan internasional. Untuk menemui dia pun tak gampang. Saya beberapa kali kudu mengulang janjian ketemu demi sepotong wawancara untuk dimuat di majalah milik pabrik kata-kata tempat saya bekerja. Janjian pertama gagal lantaran dia disibukkan dengan pameran di Shanghai. Saat diwawancara pun, seniman batik beraliran ekspresionis ini baru saja pulang dari pameran batik di Jakarta. » Read the rest of this entry «