August 21st, 2010 § § permalink
MUNGKIN, hari-hari ini menjadi hari-hari paling berat yang kudu dilakoni oleh blogger Eko Ramaditya Adikara. Nama blogger ini kembali menjadi wacana seru di kalangan para netter dan pelaku media. Kali ini, bukan puja-puji yang dilontarkan padanya seperti waktu sebelumnya. Sebaliknya, caci maki dan kekecewaan. Maklum saja, blogger tunanetra dengan gelimang prestasi ini mengaku telah melakukan pembohongan publik.
Singkat cerita, Rama yang selama ini mengaku sebagai komposer asli musik game Jepang telah berbohong. Ia tidak pernah membuat musik itu. Tapi, ia cuma menamai kembali (rename) file komposisi musik itu. Kebohongan Rama berhasil diendus dan dibongkar dalam diskusi online. Akhirnya, pada 10 Agustus 2010, Rama secara resmi dalam surat bermeterai mengakui kesalahan itu di situs Kotak Game—sebuah portal game Indonesia. (bdk. “Skandal Blogger Ramaditya Adikara” karya Syaifuddin Sayuti, blogger Kompasiana). » Read the rest of this entry «
October 22nd, 2009 § § permalink
“Hidup yang tidak pernah direfleksikan
adalah hidup yang tidak layak dijalani.”
(Socrates)
“JANGAN tiup lilinnya!” Itulah ucapan seorang sobat yang tak pernah tanggal dari ingatanku setiap hari ulang tahun tiba. Ucapan itu selalu berulang seperti sepotong refrein lagu saja. Awalnya, aku tak paham perkataan sobat ini. Mengingat setiap ulang tahun tiba, tiup lilin di atas sebongkah roti sudah menjadi ritual latah di hari istimewa ini. Tapi, waktu bergulir, aku baru paham perkataan sobatku tadi. Maksudnya, tak lain, janganlah aku mematikan api semangat di dalam diriku, meski umur kian melaju dan tubuh kian menyusut.
» Read the rest of this entry «
October 21st, 2009 § § permalink
Setelah tayang selama setahun, blog Kompasiana berganti wajah pada Selasa dini hari 20 Oktober 2008—dua hari menjelang launching resmi. Tampilannya lebih menarik. Lay out-nya juga lebih cerah, longgar, humanis, dan elegan. Rubrikasi dengan beragam tulisan pun diatur sedemikian rupa agar pembaca bisa langsung memilih artikel mana yang mau dibaca. Template yang digunakan lebih menyerupai biasanya portal berita dan beberapa blog kroyokan lain seperti Politikana—situs politik Web 2.0 di mana aku juga menjadi anggota di dalamnya. Sementara, warna biru putih tetap dipertahankan sebagai ciri Kompasiana. Logonya juga lebih ‘genit’ dengan jenis font yang tidak kaku.
» Read the rest of this entry «