<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Katakataku</title>
	<atom:link href="http://www.katakataku.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.katakataku.com</link>
	<description>tempayan air kata-kata...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Dec 2011 05:02:07 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>Comment on Tentang Dua Sahabat by Syaifuddin sayuti</title>
		<link>http://www.katakataku.com/2011/12/19/tentang-dua-sahabat/comment-page-1/#comment-3512</link>
		<dc:creator>Syaifuddin sayuti</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 05:02:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.katakataku.com/?p=1936#comment-3512</guid>
		<description>beruntunglah kau punya sahabat Git. meski berbeda alam, percayalah  dia akan selalu ada. setidaknya di hati!

nice posting!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>beruntunglah kau punya sahabat Git. meski berbeda alam, percayalah  dia akan selalu ada. setidaknya di hati!</p>
<p>nice posting!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kesunyian Seorang Penulis by sulis gingsul</title>
		<link>http://www.katakataku.com/2011/12/12/kesunyian-seorang-penulis/comment-page-1/#comment-3475</link>
		<dc:creator>sulis gingsul</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 18:42:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.katakataku.com/?p=1931#comment-3475</guid>
		<description>lima bulan yang lalu, novel putri cina kutemukan di stan obral buku 10 ribuan. kukira di blog m square lantai ground bisa ditemukan juga. Begitulah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lima bulan yang lalu, novel putri cina kutemukan di stan obral buku 10 ribuan. kukira di blog m square lantai ground bisa ditemukan juga. Begitulah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kesunyian Seorang Penulis by admin</title>
		<link>http://www.katakataku.com/2011/12/12/kesunyian-seorang-penulis/comment-page-1/#comment-3474</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 13:44:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.katakataku.com/?p=1931#comment-3474</guid>
		<description>wah, Jil, termakasih ya :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, Jil, termakasih ya <img src='http://www.katakataku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kesunyian Seorang Penulis by jilo</title>
		<link>http://www.katakataku.com/2011/12/12/kesunyian-seorang-penulis/comment-page-1/#comment-3473</link>
		<dc:creator>jilo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 13:33:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.katakataku.com/?p=1931#comment-3473</guid>
		<description>ah, I feel it mas. sangat! its wow!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ah, I feel it mas. sangat! its wow!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ruang Publik Bernama Kompasiana by sulis gingsul</title>
		<link>http://www.katakataku.com/2009/10/22/ruang-publik-bernama-kompasiana/comment-page-1/#comment-3462</link>
		<dc:creator>sulis gingsul</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 15:11:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.katakataku.com/?p=1066#comment-3462</guid>
		<description>saya coba ikut-ikutan mas Sigit.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya coba ikut-ikutan mas Sigit.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Senja di Bangsal 214 by SG</title>
		<link>http://www.katakataku.com/2011/12/04/senja-di-bangsal-214/comment-page-1/#comment-3461</link>
		<dc:creator>SG</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 07:14:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.katakataku.com/?p=1911#comment-3461</guid>
		<description>semakin kepenak diwaca Pak Sigit :)
jadi ingat lagu Darah Muda-nya Roma Irama</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semakin kepenak diwaca Pak Sigit <img src='http://www.katakataku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
jadi ingat lagu Darah Muda-nya Roma Irama</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Senja di Bangsal 214 by admin</title>
		<link>http://www.katakataku.com/2011/12/04/senja-di-bangsal-214/comment-page-1/#comment-3460</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 17:46:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.katakataku.com/?p=1911#comment-3460</guid>
		<description>Awigra, murid Romo Adi dan sahabat baik saya, pada 8 September 2006 pukul 07:49 PM membalas email saya yang berisi cerita &quot;Senja di Bangsal 214&quot;. Berikut aku kopikan:

Dalam temaram senja yang lain, anak-anak senja
berlari-lari di tepi pantai (Seno: dalam Sepotong
Senja untuk Pacarku). Anak-anak itu lepas bebas
mengejar rekan-rekannya yang melihat sosok jingga
berlari-larian di bibir pantai. Mereka bermain dalam
riang dan tawa. Seperti umumnya anak-anak.

Semua orangtuanya khawatir kala anak-anak mereka
mengikuti sang anak senja. Karena, sebuah mitos
mengatakan: &quot;Barangsiapa mengikuti sang anak senja,
anaknya tiada akan pernah pulang ke rumah&quot;.

Ketika senja tiba, semua orangtua yang rumahnya di
tepi pantai dan memiliki anak kecil, mereka buru-buru
mengunci pintu rumahnya. Mereka khawatir, jangan
sampai anak mereka melihat sang anak senja yang
berwarna jingga itu. Bahkan, ada satu keluarga yang
mengikat anak-anaknya di kursi.

Berpuluh-puluh mil dari pantai itu, seorang terbaring
dalam kamar 214. Ia sungguh mencintai anak-anak.
Ketika penulis berkunjung ke 214 bersama dua orang
anak kebahagiaan orang itu jelas terlihat walau dalam
perjuangan melawan rasa sakitan dalam tubuhnya. Ia
peluk erat-erat dua anak itu dengan tatapannya.
Anak-anak itu merasa aman dalam pelukannya. Justru
seperti kebanyakan anak-anak, mereka menggoda dengan
tawa dan canda tanda ia merasa aman dan diterima.

Tentang anak-anak dan orang itu, aku ingin bersaksi
tentang satu hal.... Orang itu adalah orang yang
selalu mengobarkan keberanian dalam segala hal. IA
mirip dengan anak-anak di pinggir pantai dalam temaram
senja yang tidak percaya dan tidak pernah takut akan
mitos-mitos. Walau orangtua mereka mengancam akan
mengikat mereka di kursi.

Salam,

Awi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Awigra, murid Romo Adi dan sahabat baik saya, pada 8 September 2006 pukul 07:49 PM membalas email saya yang berisi cerita &#8220;Senja di Bangsal 214&#8243;. Berikut aku kopikan:</p>
<p>Dalam temaram senja yang lain, anak-anak senja<br />
berlari-lari di tepi pantai (Seno: dalam Sepotong<br />
Senja untuk Pacarku). Anak-anak itu lepas bebas<br />
mengejar rekan-rekannya yang melihat sosok jingga<br />
berlari-larian di bibir pantai. Mereka bermain dalam<br />
riang dan tawa. Seperti umumnya anak-anak.</p>
<p>Semua orangtuanya khawatir kala anak-anak mereka<br />
mengikuti sang anak senja. Karena, sebuah mitos<br />
mengatakan: &#8220;Barangsiapa mengikuti sang anak senja,<br />
anaknya tiada akan pernah pulang ke rumah&#8221;.</p>
<p>Ketika senja tiba, semua orangtua yang rumahnya di<br />
tepi pantai dan memiliki anak kecil, mereka buru-buru<br />
mengunci pintu rumahnya. Mereka khawatir, jangan<br />
sampai anak mereka melihat sang anak senja yang<br />
berwarna jingga itu. Bahkan, ada satu keluarga yang<br />
mengikat anak-anaknya di kursi.</p>
<p>Berpuluh-puluh mil dari pantai itu, seorang terbaring<br />
dalam kamar 214. Ia sungguh mencintai anak-anak.<br />
Ketika penulis berkunjung ke 214 bersama dua orang<br />
anak kebahagiaan orang itu jelas terlihat walau dalam<br />
perjuangan melawan rasa sakitan dalam tubuhnya. Ia<br />
peluk erat-erat dua anak itu dengan tatapannya.<br />
Anak-anak itu merasa aman dalam pelukannya. Justru<br />
seperti kebanyakan anak-anak, mereka menggoda dengan<br />
tawa dan canda tanda ia merasa aman dan diterima.</p>
<p>Tentang anak-anak dan orang itu, aku ingin bersaksi<br />
tentang satu hal&#8230;. Orang itu adalah orang yang<br />
selalu mengobarkan keberanian dalam segala hal. IA<br />
mirip dengan anak-anak di pinggir pantai dalam temaram<br />
senja yang tidak percaya dan tidak pernah takut akan<br />
mitos-mitos. Walau orangtua mereka mengancam akan<br />
mengikat mereka di kursi.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Awi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Senja di Bangsal 214 by admin</title>
		<link>http://www.katakataku.com/2011/12/04/senja-di-bangsal-214/comment-page-1/#comment-3459</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 17:40:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.katakataku.com/?p=1911#comment-3459</guid>
		<description>Tulisan ini sengaja saya unggah kembali sambil mendoakan Romo Adi Wardaya SJ yang kini kembali terbaring di rumah sakit. Saya belum sempat menjenguknya. Rencananya bersama Awigra besok. Hari ini, Sabtu 3 Desember 2011 di Pesta Nama Santo Fransiskus Xaverius, teman saya Felix Iwan Wijayanto mengirim pesan di BBM: 

(Update JAW 03/12/2011):

Hr ini pagi pk 10 kondisi stabil, sempt terima bbrp pembesuk, tp pk 11-an kembali labil, shg pembesuk sgt dibatasi. Sthlhnya ia cuci darah. Sore sblm pk 18 sdh bnyk pembesuk antri, tp krn kondisi msh labil tak semua pembesuk boleh msk ruang rawat. Aku aalnya cm ingin lihat  dr luar ruang (jendela kaca), tp diminta msk krn ada bbrp pesan yg ingin disampaikan.

Kondisinya saat aku temui: sadar penuh, kenali org2 dg baik, ingatan normal, komunikasi lancar, tp artikulasi  kurang jelas krn pernafasan lemah. Sejak awal Rm Kris SJ yg jaga fulltime3 pesan spy Rm Adi tidak diajak berbicara lama, agar tdk makin menyultikan pernafasan. Sebaiknya pembesuk yg berbisik kpdnya &amp; tdk bertanya/minta ia bicara. Dr sedikit pesan2 yg Rm Adi sampaikan, tampak semangatnya msh besar, meski fisik melemah.

Pesan2 (umum) Rm Adi utk kita brsm:
1. Jaga persaudaraan antar kita lintas komunitas (yg bertemu krn pendampingan Rm Adi), brsm klg msg2. 
2. Lanjutkan gerakan2 apa saja yg slm ini sdh kita bangun bersama (mis kaderiasi &amp; pendampingan org muda, aktif tanpa kekerasan, anti korupsi, peduli lingkungan, refleksi spiritualitas dlm hdp sehari2, dsb).
3. Dokumentasikan &amp; publikasikan catatan2/bukti2/hasil pembelajaran gerakan2 yg pernah kita bangun bersm, agar bs dibagikan kpd semakin bnyk org.

Utk smtr itu dulu Updtae  JAW hr ini. Mari terus mendoakan yg terbaik utk Rm Adi. Sebarkan jg kpd teman2 yg lain. Thx (Felix)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini sengaja saya unggah kembali sambil mendoakan Romo Adi Wardaya SJ yang kini kembali terbaring di rumah sakit. Saya belum sempat menjenguknya. Rencananya bersama Awigra besok. Hari ini, Sabtu 3 Desember 2011 di Pesta Nama Santo Fransiskus Xaverius, teman saya Felix Iwan Wijayanto mengirim pesan di BBM: </p>
<p>(Update JAW 03/12/2011):</p>
<p>Hr ini pagi pk 10 kondisi stabil, sempt terima bbrp pembesuk, tp pk 11-an kembali labil, shg pembesuk sgt dibatasi. Sthlhnya ia cuci darah. Sore sblm pk 18 sdh bnyk pembesuk antri, tp krn kondisi msh labil tak semua pembesuk boleh msk ruang rawat. Aku aalnya cm ingin lihat  dr luar ruang (jendela kaca), tp diminta msk krn ada bbrp pesan yg ingin disampaikan.</p>
<p>Kondisinya saat aku temui: sadar penuh, kenali org2 dg baik, ingatan normal, komunikasi lancar, tp artikulasi  kurang jelas krn pernafasan lemah. Sejak awal Rm Kris SJ yg jaga fulltime3 pesan spy Rm Adi tidak diajak berbicara lama, agar tdk makin menyultikan pernafasan. Sebaiknya pembesuk yg berbisik kpdnya &#038; tdk bertanya/minta ia bicara. Dr sedikit pesan2 yg Rm Adi sampaikan, tampak semangatnya msh besar, meski fisik melemah.</p>
<p>Pesan2 (umum) Rm Adi utk kita brsm:<br />
1. Jaga persaudaraan antar kita lintas komunitas (yg bertemu krn pendampingan Rm Adi), brsm klg msg2.<br />
2. Lanjutkan gerakan2 apa saja yg slm ini sdh kita bangun bersama (mis kaderiasi &#038; pendampingan org muda, aktif tanpa kekerasan, anti korupsi, peduli lingkungan, refleksi spiritualitas dlm hdp sehari2, dsb).<br />
3. Dokumentasikan &#038; publikasikan catatan2/bukti2/hasil pembelajaran gerakan2 yg pernah kita bangun bersm, agar bs dibagikan kpd semakin bnyk org.</p>
<p>Utk smtr itu dulu Updtae  JAW hr ini. Mari terus mendoakan yg terbaik utk Rm Adi. Sebarkan jg kpd teman2 yg lain. Thx (Felix)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Apakah Aku Turut Membunuhnya? by pimpim</title>
		<link>http://www.katakataku.com/2009/08/18/apakah-aku-turut-membunuhnya/comment-page-1/#comment-3454</link>
		<dc:creator>pimpim</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 05:15:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.katakataku.com/?p=568#comment-3454</guid>
		<description>innalillahhi wainnaillaihi rajiun. semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT.
dan untuk mas Sigit sendiri, jgn kecil hati. Takdir juga yang membuat mas banyak menulis atau tidak. Terus ikuti kata hati maka hidup akan menjadi tenang. Allah tidak tidur, mas :) tetap semangat yah..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>innalillahhi wainnaillaihi rajiun. semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT.<br />
dan untuk mas Sigit sendiri, jgn kecil hati. Takdir juga yang membuat mas banyak menulis atau tidak. Terus ikuti kata hati maka hidup akan menjadi tenang. Allah tidak tidur, mas <img src='http://www.katakataku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  tetap semangat yah..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Merajut Seribu Mimpi by Apakah Aku Turut Membunuhnya?</title>
		<link>http://www.katakataku.com/2010/05/10/merajut-seribu-mimpi/comment-page-1/#comment-3452</link>
		<dc:creator>Apakah Aku Turut Membunuhnya?</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 04:34:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.katakataku.com/?p=1511#comment-3452</guid>
		<description>[...] Rendie, ada juga Iwan Firman. Iwan adalah seorang korban kerusuhan Mei 1998. Tubuhnya cacat akibat dibakar dengan bensin di [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Rendie, ada juga Iwan Firman. Iwan adalah seorang korban kerusuhan Mei 1998. Tubuhnya cacat akibat dibakar dengan bensin di [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

