Membungkus Waktu di Kota Hujan

May 17th, 2011 § 3 comments

JENDELA taksi biru itu mulai buram. Hujan turun.  Kami bertolak dari Bogor.  Si Kecil duduk termangu di bangku belakang. Membelakangi langit yang sudah lama menghitam. Tubuhnya tenggelam dalam jaket biru tua yang membungkusnya. Ia bergeming. Sesekali melempar pandangan ke luar jendela. Jalanan di Kota Hujan membasah. Kami terdiam lama dalam mobil Limo itu. Hanya suara hujan yang terdengar samar. Beradu dengan suara klakson yang sesekali terdengar. Nyaris hening. Lalu, “Huekk!!” Si Kecil muntah.

***

Itulah epilog.  Epilog dari cerita liburan dua hari kami. Iya, kami. Kami sekeluarga: aku, istriku, dan anakku. Liburan kali ini sangat istimewa. Bukan karena menepi ke Bogor—Kota Hujan dengan serangkaian objek wisata bersejarah itu. Bukan. Tapi, karena kami berhasil membungkus waktu bersama-sama. Membungkus waktu bersama keluarga—sebuah kesempatan langka bagiku belakangan ini. Mungkin sejak kelahiran Si Kecil—Jagad Cleva Nitisara—tiga tahun lebih tiga bulan silam, ini kesempatan pertamakali bagi kami liburan secara utuh. P-r-i-h-a-t-i-n.

Hotel Pangrango menjadi ‘kemah’  sementara untuk menghabiskan malam. Tak ada acara istimewa. Kami biarkan mengalir seperti anak sungai. Sebuah pantha rei—demikian Herakleitos pernah berceloteh ribuan tahun silam. Kami menyetel televisi. Membuka bungkusan ayam McD yang kami beli dari depan hotel. Bersantap kentang panas. Mengasup cokelat. Melompat-lompat di atas kasur superempuk. Bermain air di bathup. Memandangi lampu-lampu kendaraan yang mengerjap bak kunang-kunang. Membaca sepotong cerpen. Menarik selimut. Tidur berpelukan. Sabtu, 7 Mei 2011.

Tempias gerimis di kaca jendela. Sudah pagi. Jalanan di bawah di depan McD mengkilap. Sisa hujan. Pagi hadir tanpa matahari. Kami pun berkemas. Mandi. Mengasup sup buntut, sphageti, dan sepotong omelet di resto hotel.  Menyeruput secangkir kopi tanpa krim.

Maria della Strada

Katedral Santa Perawan Maria. Katedral yang menjulang di jalan Kapten Muslihat no. 22 ini menjadi stasi pertama perjalanan hari itu. Minggu, 8 Mei 2011. Kami membungkus waktu untuk Tuhan dalam sepotong misa. Kami kebagian bangku di luar karena datang telat. Matahari mulai muncul mengantar bayangan bangunan tua yang berdiri pada tahun 1889 itu. Orang-orang tampak khusyuk mendengarkan kotbah dari mimbar. Si Kecil tidak jenak. Memilih bermain di pelataran katedral yang padat oleh mobil-mobil terparkir.

Sungguh, katedral menyuguhkan kedamaian yang tak terlukiskan  dalam hati ini. Pekarangan ini mengantar kedamaian yang bukan kedamaian biasa. Ada sesuatu yang dekat. Rasa rindu yang bukan rindu biasa membuncah. Ingin ditumpahkan di sana. Bukan pada siapa-siapa. Hanya pada yang ada di atas sana.

Ada Maria di dinding katedral—tepatnya patung Maria. Maria sedang membobong bayi Yesus. Matanya memandang ke bawah. Mungkin sedang memandang diriku.Memandang si kecil yang berjalan naik turun anak tangga. Memandang istriku yang duduk di bangku bakso. Aku bergeming dalam diam. Melambungkan sepotong seruan dalam batin: Maria della Strada—Maria Bunda Pejiarah. Doakan kami dalam pejiarahan sebagai keluarga kecil ini.

Misa usai. Rosario baru diberkati Monsinyur. Kami bertolak membelakangi katedral. Gerobak kuda dipanggil. Kami mengelilingi Kebon Raya—kebon berpohon superbesar dan menyimpan cerita sejarah itu. Kembali ke Pangrango. Berkemas. Memanggil taksi biru. Meluncur ke Taman Safari.

***

Jendela taksi biru itu mulai buram. Hujan turun.  Kami bertolak dari Bogor.  Si Kecil duduk termangu di bangku belakang. Membelakangi langit yang sudah lama menghitam. Tubuhnya tenggelam dalam jaket biru tua yang membungkusnya. Ia bergeming. Sesekali melempar pandangan ke luar jendela. Jalanan di Kota Hujan membasah. Kami terdiam lama dalam mobil Limo itu. Hanya suara hujan yang terdengar samar. Beradu dengan suara klakson yang sesekali terdengar. Nyaris hening. Lalu, “Huekk!!” Si Kecil muntah.

§ 3 Responses to Membungkus Waktu di Kota Hujan"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>