Dilarang Berkicau di Twitter!

September 5th, 2010 § 13 comments § permalink

SEORANG SAHABAT tiba-tiba melipat mukanya. Menarik nafas dalam-dalam. Menahannya dalam rentang waktu agak lama. Sementara, pandangan  kedua bola matanya masih menghunjam di halaman TweetDeck. Mungkin dia tak percaya apa yang dia baca di kolom direct message (DM)—pesan langsung. Udara yang di paru-parunya segera diembuskan dengan santer. “Mas, coba baca ini!” teriaknya pada saya. Mata saya segera menghunjam ke laman TweetDeck-nya.

O, rupanya ini penyebabnya. Seorang kawannya  mengirim sebuah pesan langsung agar dia membatasi kicauannya di Twitternya. Kawannya tadi bilang, untuk perbincangan pribadi, hendaklah dilakukan melalui DM saja. Tampaknya kawannya tadi mulai merasa tidak nyaman laman Twitternya dijejali kicauan dari sahabat saya tadi. Maklum saja, sahabat saya sedang keranjingan dengan media sosial berikon burung kenari ini. Sahabat saya tampak kalap. Maklum, imbauan itu berasal dari seniornya (senior dalam arti lebih duluan bekerja), sedangkan ia menjadi paling bontot di tempat kerjanya. » Read the rest of this entry «