May 10th, 2010 § § permalink

Iwan Firman di rumahnya. Foto: Lui
PRIA BERPOSTUR gemuk dengan luka bakar di sekujur tubuhnya itu tampak gelisah. Sesekali, ia menatap kalender yang digantung di dinding ruangan berukuran 2X4 meter. Tanggal 14 Mei 2003. Matahari siang masih menghujamkan panasnya di Tanah Tinggi, Kawasan Senen. Patung panglima Tiongkok Kwang Kong dan seekor burung robin dalam sangkar seolah turut merasakan kegelisahan pria itu.
Sejenak mereka hening. Iwan Firman (43), seorang korban Kerusuhan Mei 1998, takkan melupakan tanggal itu. Lima tahun lalu, pada tanggal yang sama, Iwan mengalami kekerasan yang membuat fisiknya cacat, tak senormal dulu. Siang itu juga, Iwan berbagi kisah tentang peristiwa horor Mei kelabu. » Read the rest of this entry «
May 10th, 2010 § § permalink

Sumber: musafirmuda.blogspot.com
TULISAN INI merupakan tulisan lama. Dalam rangka pindahan ke blog anyar sebagai dokumentasi, saya tulis ulang di sini. Tentu dengan penambahan di sana sini. Sambil menulis ulang artikel, saya sedang mengingat-ingat siapa yang meminjam film “All The President’s Men” milik saya. Maklum, sudah lama sepasang kepingan VCD itu tidak menempati raknya di kamar saya. » Read the rest of this entry «
May 2nd, 2010 § § permalink

Sumber: http://i82.photobucket.com/albums/j278/scorpiad/42-15243632.jpg
Saya adalah orang yang ogah-ogahan bila diminta bantuan (baca: disuruh) untuk mengisi kuesioner. Apalagi banyak halamannya. Banyak pertanyaannya. Lalu banyak mikirnya. Rasa penolakan ini mirip saat didatangi agen asuransi atau tukang tawar kartu kredit. Tapi, apa daya, kuesioner setebal 20 halaman kertas folio itu mendarat di meja dari tangan seorang kawan lama. Itu pun, katanya, titipan dari lembaga lain. Bersama lembaran putih itu, mendaratlah satu kotak sebesar kotak kemasan pasta gigi terbungkus kertas kado warna merah jambu bermotif bunga. Itu adalah imbalan, kata kawan lama tadi, bagi mereka yang mengisi kuesioner itu. » Read the rest of this entry «