KATA-KATAKU

sebuah tempayan air kata-kata tempatku berbagi kesegaran…

Surat dari Sahabat

without comments

 reading_letterSigit,

Aku nulis e-mail ini dengan air mata yang menggenang-genang di pelupuknya. Tampaknya kata ‘sahabat’ terlalu dangkal untuk dilekatkan padamu. Tapi tak kutemukan kata yang lebih daripada itu; barangkali karena bahasa menemui keterbatasannya, dipermalukan oleh ketidakmampuannya melambangkan rasa.

Apa yang sudah kita alami bersama? Banyak, cukup banyak untuk membuat rasa kehilangan itu begitu nyata. Kehilangan yang tak tergantikan, karena nggak ada yang bisa menggantikan. Semua orang punya tempat, dan ketika tempat itu menjadi kosong ketika ditinggalkan, aku akan meletakkan selembar kertas bertuliskan ‘ke toilet’ atau semacamnya, sehingga orang yang melihatnya akan beranjak pergi dan memilih tempat lainnya.

Git, tampaknya ini akan menjadi sepucuk surat yang buruk. Kamu pasti tertawa, dan aku rindu untuk menertawaimu juga. Begitu sering kita berbeda pendapat, saling tuduh, saling memojokkan, saling kritik… dan betapa kita bisa menikmati semuanya. Inilah kesejatian persahabatan. Nggak gampang membangun kesejatian semacam ini dengan orang-orang yang kita kenal, Git… mereka yang bersama-sama dengan kita, berani melintasi batas-batas antara konflik dan kenyamanan, risiko dan rasa aman…

Selamat ulang tahun, Git… Semoga sepucuk surat yang tolol ini sampai kepadamu. Semoga juga, aku nggak terlalu berat membebani kata-kata dalam surat ini, sehingga mereka nggak tenggelam di sungai ketika berusaha untuk mencapaimu.

Salam buat Nat & Jagad, ya. Sayangku selalu.
sahabatmu yang tolol,
hdj – th aq 2, w 12

Popularity: 11% [?]

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Blogosphere News
  • MySpace
  • Turn this article into a PDF!
  • Twitter

Written by admin

November 10th, 2009 at 2:06 pm

Posted in Celotehan

Leave a Reply